Selama 2 hari, BPOM di Palu menyelenggarakan bimbingan teknis tentang pangan jajanan anak sekolah (PJAS). Kegiatan ini memprioritaskan pada pendidikan keamanan dan mutu pangan yang dijajakan di sekolah – sekolah. Hadir dalam kesempatan tersebut stakeholder dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tengan, kepala sekolah, guru, dan siswa sekolah dasar.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 25 dan 26 April 2013 dan dilaksanakan di Aula BPOM di Palu. Pada hari pertama dikhususkan pada koordinasi seluruh instansi untuk bersama – sama mewujudkan pangan jajanan anak sekolah yang sehat dan aman. Pada kesempatan ini Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Bp. Abdul Haris memberikan apresiasi kepada BPOM di Palu, atas kerja keras dan kerja samanya dalam mengawal program untuk siswa sekolah.
Pada Hari ke – 2, BPOM di Palu memberikan bimbingan teknis kepada para kepala sekolah, guru, dan siswa sekolah. Melalui media video dan jaringan internet, pemateri memberikan penjelasan secara detil tentang cara identifikasi pangan yang berbahaya dan tidak boleh dikonsumsi. Para siswa sangat antusias bertanya kepada pemateri tentang cara identifikasi bahan – bahan berbahaya boraks, metanil yellow, dan rhodamin B. Pada kesempatan ini, dikenalkan juga website khusus, yaitu http://pompi.pom.go.id/. Website ini berisi informasi yang update tentang jajanan anak sekolah yang dikemas khusus untuk siswa sekolah.
Acara ditutup secara resmi oleh Kepala BPOM di Palu, Drs. Johnny Dera, Apt. Sebelum ditutup, beberapa peserta memberikan rekomendasi, antara lain peningkatan frekuensi kegiatan sejenis, dan dukungan penuh dari BPOM di Palu dalam pengawasan pangan jajanan anak sekolah, khususnya di Wilayah Sulawesi Tengah.
Balai POM di Palu