Menjamurnya pasar-pasar dadakan yang menjual takjil di seluruh pelosok Kota Palu selama bulan Ramadhan ini memacu semangat petugas Balai POM untuk meningkatkan pengawasan dan menguji keamanan takjil demi perlindungan kepada masyarakat yang mengkonsumsinya. Tidak terkecuali hari libur, mobil lab keliling terus dioperasikan untuk menjangkau seluruh sudut kota.
Pada hari Minggu, 21 Juni, 2 (dua) unit mobil lab keliling dengan masing-masing 4 (empat) orang petugas mengitari sepanjang jalan Sudirman, Samratulangi, Sis Al-Jufri dan Bantilan di Kota Palu. Sebanyak 34 (tiga puluh empat) sampel yang dicurigai atau berpotensi menggunakan bahan yang dilarang dibeli dari para pedagang di lokasi tersebut dan dilakukan pengujian setempat. Disamping melakukan sampling para petugas juga menyempatkan berkomunikasi dan memberikan penjelasan kepada para pedagang tentang penggunaan bahan tambahan pangan.
Menurut pengakuan para pedagang, mereka senang jualannya di beli untuk diuji oleh Balai POM, karena mereka ingin membuktikan bahwa kue-kue takjil yang dijajakannya aman dari bahan berbahaya dan bisa dipromosikan kepada pembeli. Tentu selanjutnya diharapakan penjualan akan meningkat dan para pedagang memperoleh keuntungan yang memadai.
Balai POM di Palu