BPOM Palu Tingkatkan Kompetensi Personel melalui Verifikasi Metode Angka Pseudomonas aeruginosa pada sampel AMDK

20-10-2025 Umum Dilihat 147 kali

Dalam upaya meningkatkan kualitas pengawasan keamanan pangan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menyelenggarakan Bimbingan Teknis Verifikasi Metode Angka Pseudomonas aeruginosa pada sampel Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, mulai tanggal 13 hingga 17 Oktober 2025.

Pelatihan yang diikuti oleh Tim Pengujian Mikrobiologi BPOM di Palu dan 1 (satu) orang peserta dari Laboratorium mikrobiologi Balai POM di Manokwari, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman personel laboratorium mikrobiologi dalam menerapkan Verifikasi metode  analisa Pseudomonas aeruginosa sesuai dengan standar ISO 13843:2017, sehingga laboratorium mampu menjamin keakuratan, konsistensi, dan keandalan hasil uji mikrobiologi pada produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) serta mendukung penerapan sistem manajemen mutu laboratorium sesuai ISO/IEC 17025:2017

Kepala BPOM di Palu, Mardianto, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pengawasan pangan, terutama dalam menjamin kualitas air yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya. “Dengan meningkatnya kompetensi personel laboratorium dalam pengujian cemaran Pseudomonas aeruginosa pada AMDK, kami yakin dapat memberikan pelayanan yang semakin prima kepada masyarakat,” tambahnya.

Sebagai narasumber, Aditya Anugerah Marusaha Sitorus, S.Si dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) berbagi pengetahuan dan metode terkini terkait Verifikasi metode khususnya untuk parameter Pseudomonas aeruginosa pada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang mengacu pada standar ISO 13843:2017 (Water quality Requirements for establishing performance characteristics of quantitative microbiological methods).

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai penerapan standar ISO dalam memastikan validitas hasil uji mikrobiologi air.

Uji Pseudomonas aeruginosa pada produk AMDK memiliki peranan penting untuk memastikan produk yang beredar bebas dari kontaminasi bakteri. Bakteri ini umumnya berasal dari tanah, selokan, atau sistem distribusi air yang tidak higienis selama proses produksi. Melalui kegiatan ini, BPOM di Palu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan langkah-langkah proaktif dalam menjamin keamanan, kualitas, dan mutu pangan olahan, melalui pengawasan rutin, penerapan standar mutu laboratorium, serta edukasi kepada masyarakat.

Sarana