Palu - Balai Pengawas Obat dan Makanan di Palu terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah guna meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan di wilayah tersebut. Upaya ini diwujudkan melalui audiensi antara Kepala Balai POM Palu, Mardianto, dan Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido, yang berlangsung pada Selasa (10/6/2025) di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama dalam menjamin keamanan pangan dan obat bagi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah program strategis yang tengah dijalankan Balai POM Palu, termasuk program nasional berbasis komunitas seperti Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Pasar Aman Berbasis Komunitas (PPABK), serta Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan.
Selain pengawasan, Balai POM Palu juga berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha kecil melalui program Ra Banua Pompie, yang memberikan pendampingan kepada UMKM untuk memperoleh Izin Edar Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Upaya ini turut diperkuat dengan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk meningkatkan kapasitas pengawasan di daerah, terutama dalam menjamin mutu produk UMKM dan pelayanan kefarmasian.
Dalam konteks program nasional Makan Bergizi Gratis yang akan dilaksanakan di sekolah-sekolah, Balai POM Palu menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan pendampingan. Dukungan tersebut mencakup penerapan Standar Pangan Jajanan Anak Sekolah (SPP-JAS), Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), pengujian produk, serta penyuluhan melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).
Isu strategis lain yang turut dibahas dalam audiensi ini adalah Resistansi Antimikroba (AMR), yang kini menjadi perhatian global. Kepala Balai POM Palu, Mardianto, menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dalam mengendalikan AMR, salah satunya melalui penerbitan Surat Edaran tingkat provinsi.
“Resistansi antimikroba adalah ancaman nyata yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian akibat infeksi yang tidak dapat diobati. Perlu dukungan kebijakan di tingkat daerah agar upaya pengendalian ini berjalan optimal,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Reny Lamadjido menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap seluruh langkah Balai POM Palu. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi kesehatan masyarakat.
"Kami mendukung sepenuhnya kolaborasi ini. Tujuan kita sama, yakni menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah," ujar Reny.
Melalui sinergi BPOM dan Program 9 BERANI Pemerintah Sulawesi Tengah yang merupakan bagian dari visi pembangunan daerah dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, diharapkan tercipta ekosistem pengawasan obat dan makanan yang lebih efektif dan efisien di Sulawesi Tengah.