Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi, BPOM di Palu Ikuti Rapat RAD PG-BPSDL Sulawesi Tengah

26-05-2026 Umum Dilihat 43 kali

Palu– Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu turut berpartisipasi dalam rapat perampungan Dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (PG-BPSDL) Tahun 2025–2029 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (26/5), bertempat di Ruang VIP Nagana, Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah.

Keterlibatan BPOM di Palu dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui optimalisasi sumber daya lokal yang aman, bermutu, dan berdaya saing.

Rapat perampungan dokumen RAD PG-BPSDL ini melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya Dinas Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), akademisi, serta unsur terkait lainnya.

Dalam pembahasan rapat, sejumlah isu strategis menjadi perhatian bersama, mulai dari kondisi eksisting pangan dan gizi daerah, penanganan stunting, kerawanan pangan, diversifikasi pangan, hingga pengembangan potensi pangan lokal unggulan yang dapat mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

Sebagai instansi yang memiliki peran dalam pengawasan keamanan pangan, BPOM di Palu mendukung penyusunan kebijakan yang terintegrasi guna memastikan aspek keamanan, mutu, serta pemanfaatan pangan lokal dapat berjalan seiring dengan peningkatan gizi masyarakat.

Melalui rapat ini, diharapkan tercapai penyelarasan substansi akhir dokumen RAD, penguatan sinergi lintas sektor, penetapan indikator dan target prioritas, serta integrasi kebijakan dengan RPJMD dan Renstra OPD sebagai dasar implementasi program ke depan.

Partisipasi BPOM di Palu dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas melalui penguatan sistem pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tengah.

Sarana